Social Items


Menjadi bangsa yang merdeka bukan sekedar bebas dari penjajah, apalagi bebas menjajah. Melainkan siap membangun negeri secara mandiri tanpa terikat penjajahan, seperti bangsa ini, bangsa Indonesia. Semuanya bisa kita lihat melalui semangat para pejuang yang tercantum dalam sejarah.

Lalu apa kita membiarkannya sebagai sejarah saja? Tentu saja tidak, kita harus memperjuangkannya lebih baik dari para pendahulu kita untuk semakin "merdeka". Caranya cukup banyak, kita bisa melakukannya melalui pendidikan, olahraga dan seni. Kalau saya, langkah menuju Indonesia semakin "merdeka" lewat produk lokal.

"Emang apa sih untungnya "merdeka" melalui produk lokal?"


Eits jangan salah, banyak keuntungan yang kita dapat bila memajukan produk lokal seperti memperkaya inovasi, kreatifitas dan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Dan… bila berhasil maju, produk lokal kita bisa jaya dan merdeka. Contohnya saja ojek online yang sering kita pesan untuk antar-jemput merupakan karya anak bangsa yang telah merambah ke luar negeri. Produk lokal di bidang fashion dan seni juga ada seperti batik yang telah diakui dunia.

Baju Batik dan kain Ulos

Namun dibalik keuntungannya, masih ada yang belum merasakan produk lokal seperti kerabat dan teman saya yang lebih memilih produk impor. Kalau ditanya alasannya, sering saya dengar kalimat "belum nyoba" atau "uda biasa pake ini"

Sedih mendengarnya tetapi ada betulnya juga, karena produk lokal yang berada di daerah saya terbilang sedikit. Paling sering dijumpai batik, kadang-kadang ada juga ulos. Tetapi kalau membahas kuliner cukup mudah dijumpai seperti sop buntut, mi balap, sambal teri kekinian, olahan durian, kopi dan masih banyak lagi.

Walaupun begitu tetap saja produk lokal lainnya sulit dijumpai yang membuat produk negeri kita kalah pamor dari produk impor. Yang akhirnya, banyak orang berpikir produk impor lebih baik dari produk lokal sebelumnya mencobanya.

Lalu bagaimana solusinya? Secara pribadi, saya mengenal produk lokal dengan mencobanya terlebih dahulu. Karena bila belum mencobanya, saya tidak akan tahu kualitas produk lokal.

Untuk produk lokal yang saya coba, saya sudah pernah mencoba kuliner, batik, ulos dan smartphone lokal. Hasilnya cocok dengan kegiatan saya sehari-hari.

"Tetapi bagaimana yang belum pernah mencoba?"


Nah bagi yang belum mencoba, ini beberapa alasan yang membuat produk lokal menarik dan siap "merdeka"

Bikin beda

Menjadi beda tidak melulu soal negatif, namun bisa juga hal positif seperti memakai produk lokal. Alasannya, produk lokal di desain berdasarkan daerah tertentu yang membuat kita lebih dikenal. Jadi dengan mengenakannya, membuat kita lebih dikenal dengan perbedaan kita.

Lebih ramah lingkungan

Sering saya dengar produk lokal lebih ramah lingkungan seperti tas, sandal, kosmetik, jam tangan dan lainnya. Alasannya, produk lokal memanfaatkan sumber daya alam tanpa harus merusaknya. Dan… bisa juga mendaur-ulangnya seperti sandal jepit dengan memanfaatkan kulit durian sebagai alasnya. Jadi alam pun tetap terjaga.

Membantu merawat budaya lokal

Memilih produk lokal bukan sekedar bikin beda, namun membuat kita merawat budaya lokal. Karena dengan memilih produk lokal, kita akan ingat budaya kita dan bisa terus menjaganya seperti batik yang telah diakui dunia.

Inilah beberapa alasan yang membuat produk lokal menarik. Bagi kamu yang ingin mendukungnya yuk "merdekakan" produk lokal.

Manfaatkan Marketplace Lokal

Setelah mengetahui pentingnya produk lokal, saatnya kita mendukungnya. Untuk mendukungnya kita bisa memanfaatkan marketplace yang telah tersedia di tanah air.

Namun bagi kamu yang ingin mencari marketplace yang fokus pada kerajinan tangan dan handmade lokal. Kamu bisa mencoba Qlapa. Sebelumnya, kamu sudah kenal dengan Qlapa?


Qlapa merupakan marketplace lokal yang didirikan tahun 2015 oleh Benny Fajarai bersama rekannya, Fransiskus Xaverius. Munculnya marketplace ini bermula dari kesulitan pengrajin lokal memasarkan produknya. Nah dari sinilah muncul ide membangun marketplace yang siap mendukung pengrajin lokal.

Selain mendukung, Qlapa juga memberikan fitur layanan yang cukup mudah, salah satunya pelayanan rekber (rekening bersama) yang memberikan transaksi lebih aman. Lalu ada fitur yang cukup saya suka yaitu fitur Customizable. Fitur ini memberikan pelayanan kepada pembeli untuk mengkustomisasi produk yang diinginkan, mulai dari pakaian, alas kaki hingga aksesoris. Jadi bisa pilih produk lokal sesuai kebutuhan.


Oiya, Qlapa juga sering mengadakan pameran dan bazar. Tujuannya, untuk lebih mengenalkan produk lokal kepada pembeli sekaligus mendukung kerajinan lokal. Nah kegiatannya ada dibulan ini dengan nama "Qlapa Market Vol 3" yang diadakan di Banten. Bagi kamu yang tinggal di Banten, bisa nih melihat langsung produk lokal.

Bagaimana? kamu sudah kenal dengan Qlapa? Kalau kamu tertarik, bisa mencoba marketplace ini. Nah, sekarang giliran kamu mengenal produk lokal lainnya agar negeri kita semakin "merdeka". Akhir kata, semoga tulisan Andai Produk Negeriku "Merdeka" bisa menginspirasi kamu untuk terus mendukung produk lokal.

Andai Produk Negeriku "Merdeka"


Menjadi bangsa yang merdeka bukan sekedar bebas dari penjajah, apalagi bebas menjajah. Melainkan siap membangun negeri secara mandiri tanpa terikat penjajahan, seperti bangsa ini, bangsa Indonesia. Semuanya bisa kita lihat melalui semangat para pejuang yang tercantum dalam sejarah.

Lalu apa kita membiarkannya sebagai sejarah saja? Tentu saja tidak, kita harus memperjuangkannya lebih baik dari para pendahulu kita untuk semakin "merdeka". Caranya cukup banyak, kita bisa melakukannya melalui pendidikan, olahraga dan seni. Kalau saya, langkah menuju Indonesia semakin "merdeka" lewat produk lokal.

"Emang apa sih untungnya "merdeka" melalui produk lokal?"


Eits jangan salah, banyak keuntungan yang kita dapat bila memajukan produk lokal seperti memperkaya inovasi, kreatifitas dan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Dan… bila berhasil maju, produk lokal kita bisa jaya dan merdeka. Contohnya saja ojek online yang sering kita pesan untuk antar-jemput merupakan karya anak bangsa yang telah merambah ke luar negeri. Produk lokal di bidang fashion dan seni juga ada seperti batik yang telah diakui dunia.

Baju Batik dan kain Ulos

Namun dibalik keuntungannya, masih ada yang belum merasakan produk lokal seperti kerabat dan teman saya yang lebih memilih produk impor. Kalau ditanya alasannya, sering saya dengar kalimat "belum nyoba" atau "uda biasa pake ini"

Sedih mendengarnya tetapi ada betulnya juga, karena produk lokal yang berada di daerah saya terbilang sedikit. Paling sering dijumpai batik, kadang-kadang ada juga ulos. Tetapi kalau membahas kuliner cukup mudah dijumpai seperti sop buntut, mi balap, sambal teri kekinian, olahan durian, kopi dan masih banyak lagi.

Walaupun begitu tetap saja produk lokal lainnya sulit dijumpai yang membuat produk negeri kita kalah pamor dari produk impor. Yang akhirnya, banyak orang berpikir produk impor lebih baik dari produk lokal sebelumnya mencobanya.

Lalu bagaimana solusinya? Secara pribadi, saya mengenal produk lokal dengan mencobanya terlebih dahulu. Karena bila belum mencobanya, saya tidak akan tahu kualitas produk lokal.

Untuk produk lokal yang saya coba, saya sudah pernah mencoba kuliner, batik, ulos dan smartphone lokal. Hasilnya cocok dengan kegiatan saya sehari-hari.

"Tetapi bagaimana yang belum pernah mencoba?"


Nah bagi yang belum mencoba, ini beberapa alasan yang membuat produk lokal menarik dan siap "merdeka"

Bikin beda

Menjadi beda tidak melulu soal negatif, namun bisa juga hal positif seperti memakai produk lokal. Alasannya, produk lokal di desain berdasarkan daerah tertentu yang membuat kita lebih dikenal. Jadi dengan mengenakannya, membuat kita lebih dikenal dengan perbedaan kita.

Lebih ramah lingkungan

Sering saya dengar produk lokal lebih ramah lingkungan seperti tas, sandal, kosmetik, jam tangan dan lainnya. Alasannya, produk lokal memanfaatkan sumber daya alam tanpa harus merusaknya. Dan… bisa juga mendaur-ulangnya seperti sandal jepit dengan memanfaatkan kulit durian sebagai alasnya. Jadi alam pun tetap terjaga.

Membantu merawat budaya lokal

Memilih produk lokal bukan sekedar bikin beda, namun membuat kita merawat budaya lokal. Karena dengan memilih produk lokal, kita akan ingat budaya kita dan bisa terus menjaganya seperti batik yang telah diakui dunia.

Inilah beberapa alasan yang membuat produk lokal menarik. Bagi kamu yang ingin mendukungnya yuk "merdekakan" produk lokal.

Manfaatkan Marketplace Lokal

Setelah mengetahui pentingnya produk lokal, saatnya kita mendukungnya. Untuk mendukungnya kita bisa memanfaatkan marketplace yang telah tersedia di tanah air.

Namun bagi kamu yang ingin mencari marketplace yang fokus pada kerajinan tangan dan handmade lokal. Kamu bisa mencoba Qlapa. Sebelumnya, kamu sudah kenal dengan Qlapa?


Qlapa merupakan marketplace lokal yang didirikan tahun 2015 oleh Benny Fajarai bersama rekannya, Fransiskus Xaverius. Munculnya marketplace ini bermula dari kesulitan pengrajin lokal memasarkan produknya. Nah dari sinilah muncul ide membangun marketplace yang siap mendukung pengrajin lokal.

Selain mendukung, Qlapa juga memberikan fitur layanan yang cukup mudah, salah satunya pelayanan rekber (rekening bersama) yang memberikan transaksi lebih aman. Lalu ada fitur yang cukup saya suka yaitu fitur Customizable. Fitur ini memberikan pelayanan kepada pembeli untuk mengkustomisasi produk yang diinginkan, mulai dari pakaian, alas kaki hingga aksesoris. Jadi bisa pilih produk lokal sesuai kebutuhan.


Oiya, Qlapa juga sering mengadakan pameran dan bazar. Tujuannya, untuk lebih mengenalkan produk lokal kepada pembeli sekaligus mendukung kerajinan lokal. Nah kegiatannya ada dibulan ini dengan nama "Qlapa Market Vol 3" yang diadakan di Banten. Bagi kamu yang tinggal di Banten, bisa nih melihat langsung produk lokal.

Bagaimana? kamu sudah kenal dengan Qlapa? Kalau kamu tertarik, bisa mencoba marketplace ini. Nah, sekarang giliran kamu mengenal produk lokal lainnya agar negeri kita semakin "merdeka". Akhir kata, semoga tulisan Andai Produk Negeriku "Merdeka" bisa menginspirasi kamu untuk terus mendukung produk lokal.

Tidak ada komentar