Lindungi Alam dan Satwa Liar

Lindungi Alam dan Satwa Liar - Membahas satwa liar di Indonesia pasti tak ada habis-habisnya. Keanekaragaman yang dimiliki satwa liar di tiap-tiap juga daerah mempunyai ciri dan kebiasaan unik tersendiri, malahan sanking uniknya untuk menyebut satu hewan saja sudah mempunyai banyak nama.

Tapi sayang hingga saat ini sudah banyak yang terjadi perdagangan ilegal untuk satwa liar, data Lembaga Protection of Forest and Fauna (PROFAUNA) saja sudah menyebutkan perdagangan satwa liar secara ilegal sepanjang semester I 2015 melonjak 70% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Lindungi Alam dan Satwa Liar
src: merdeka.com

Cara yang dilakukan pun terkadang tidak manusiawi seperti burung Kakatua Jambul kuning yang dimasukkan dalam botol, hewan yang diawet dan berbagai cara sudah pernah terlihat di beberapa media. Belum lagi ekspornya keluar negeri membuat semakin miris negeri ini akan kekayaan alamnya.

Namun, untung sudah banyak usaha yang dilakukan negara seperti baru-baru ini berhasil menyita dan memusnahkan barang bukti sebesar 345 kilogram sisik penyu kering, 70 kilogram daging penyu kering, 82 kilogram tanduk rusa serta 80 ekor kuda laut kering. Yang semua barang dimusnahkan tersebut bisa senilai Rp 3 milyar. Untuk tubuh Penyu dan Tanduk rusa sekurang-kurangnya mencapai US$ 50.000 – US$ 770.000 setara dengan Rp 690 juta hingga Rp 1,06 milyar di pasar internasional, wow fantastis.

Lindungi Alam dan Satwa Liar
src: tempo.co

Menindak lanjuti penemuan ilegal satwa liar, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim BrigadirJendral Pol. Yazid Fanani mengatakan selama 2015 sudah mengungkap 23 kasus. Aksi yang dilakukan dalam perdagangan ilegal ini juga kebanyakan di lakukan di media sosial.

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng tim dari Subdirektorat Cyber Crime Bareskrim Polri untuk melakukan pengawasan siber.

"Kami bersama Tim Cyber Crime akan patroli parsial. Kami juga minta bantuan masyarakat ikut mengawasi. Termasuk kami akan beri pembelajaran ke masyarakat kalau penjualan hewan langka dan dilindungi itu ada regulasinya," ujarnya.

Untuk mencegah ekspor satwa-satwa tersebut, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan kedubes negara-negara lain dan LSM pemerhati lingkungan. Hal ini merupakan upaya sosialisasi kepada masyarakat agar memahami bahwa perdagangan satwa langka melanggar UU sehingga masyarakat sebaiknyatidak ikut terlibat dalam kejahatan tersebut.

Sementara pihaknya juga bekerja sama dengan Interpol dan kepolisian negara lain untuk memburu para pelaku dan pembeli perdagangan satwa Indonesia yang diekspor ke luar negeri.

Nah, untuk membantunya yuk coba peduli alam karena dengan peduli pada alam terikut juga peduli satwa liar plus menambah wawasan kita tentang alam nusantara ini yang akan kaya SDA dan bisa dimanfaatkan oleh kita sebaik-baiknya. Akhir kata, ini adalah titipan untuk anak cucu kita.

Sumber
http://kabar24.bisnis.com/read/20151202/16/497869/bareskrim-pantau-perdangan-satwa-dilindungi-di-dunia-maya

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.