Social Items

Membangun usaha bersama Indigo Incubator
Acara unik yang membahas seputar teknologi di warung kopi Pak Agus bertepatan pada tanggal 14 Feburari 2014. Why unik? Ya iyalah unik karena yang dibahas di sana bukan hanya seputar teknologi terkini aja namun membahas tentang menjadi pengusaha dibidang IT.

Walaupun awak anak ekonomi apalah daya, hanya bisa dengar sebutannya aja seperti featur phone, dan kata-kata maupun kalimat aneh yang baru didengar. Hah... Rasanya kacau mendengar kata-kata yang gak ngerti itu tapi untung ada makanan yang siap melepas penat-penit dikepala dan seluruh raga ini jadi kembali normal.


Pelepas penat-penit

Acara pun dimulai sekidar jam 8 selepas kumandang azan Isya (ngaret, memang gitulah Indonesia seharusnya acara jam 6 LO...), mulailah berdatangan para ahlinya sekaligus para penonton langsung kedepan, duduk manis sambil minum kopi agar lebih konsentrasi. Sementara awak, kembali apalah daya, duduk belakang sambil minum teh berharap jangan ada kata-kata aneh yang masuk ditelinga ini.

Wal hasil untung ada MC yang sama-sama gak ngerti. Awalnya sih, rupanya eh rupanya lumayan ngerti juga MC ini sambil ngelawak yang entah dia pernah ikut jadi pelawak atau memang nalurinya (pikirku) dengan menambah 14 Februari sebagai tanggal kasih sayang yang semakin aneh.

Lewat ucapan MC yang lawakan terlalu lucu membuat narasumber maupun penonton terbahak-bahak gak karuan sampai narasumber yang dipanggil bingung mau bahas apa. untung ada MC nya ingat jadi berjalan mulus sambil menyuruh duduk kedepan agar yang terlambat dapat tempat, ya.. mau gak mau harus kedepan.

Mulainya acara

pembahasan di bidang Hardware
pembahasan masalah usaha IT
Pembahasan yang utama kali dibahas, indigo incubator merupakan usaha yang dilakukan TELKOMSEL yang bertujuan untuk mencari untung sekaligus mengembangkan bibit para pengusaha khususnya untuk para IT. Mereka pun mengatakan tidak mencari untung kedepannya dalam masalah data internetan karena semakin canggihnya teknologi sekaligus banyaknya vendor yang seperti mereka seperti Indosat maupun XL yang membuat data semakin murah sehingga mereka mencari cara lewat usaha pengembangan software maupun hardware. Untuk info lebih tentang Indigo incubator bisa lewat Indigoincubator.com

Adapun Indigo incubator ini harus membentuk tim untuk mengikutinya karena diperlukan tim work yang baik kedepannya agar bisa mandiri selepas dari Indigo incubator dan bisa memulai usaha sendiri juga.

Tim nya biasa terdiri 3 orang yaitu, pengembang aplikasi, desain dan seorang ekonom yang bertujuan untuk mempresentasikan hasilnya agar berjalan mulus. Di sinilah baru ngerti dimana ekonomi ada sambil cas balik kepala ini (sambil minum teh).

Dalam mengambil keuntungan, keuntungan ada yang berdasarkan iklan dan berdasarkan membeli aplikasi terutama dalam software, sedangkan hardware berdasarkan desain dan ke-orisinal karya itu namun kalau soal memproduksi harus memakai pabrikannya Cina karena di Indonesia belum ada.

Itulah yang ku dapat, ya... walapun sedikit yang ngerti sebutan-sebutan tadi sambil liat jam sudah tengah sebelas. Semoga para IT bisa sukses kedepan.


Sekedar Info
  • Acara ini sudah di selenggarakan dua kali di medan.
  • Tahun lalu, orang Sumatera yang berhasil mengikuti Indigo Incubator hanya satu berasal dari Riau, sedangkan dari Sumatera Utara gagal saat seleksi yang saat itu ada lima orang yang mengikutinya. Harapan kedepannya, ada orang Sumatera Utara (sumut) yang berhasil menjadi anggota Indigo Incubator.
  • Acara ini bertempat di warung kopi Pak Agus jalan uskup agung (kalau ini bukan info)
  • Batas terakhir pengiriman 31 Maret 2014 berupa proposal.
  • Adanya usaha IT bernama Brand Talk yang bergerak di bidang animasi (gak sengaja entah muka seorang pengusaha)
  • Makanannya lumayan enak, terserah mau pilih yang mana dan bebas mau minum teh atau kopi (awak lebih suka teh)
  • Jumlah yang datang hanya 80 orang, seharusnya 150 orang (mungkin karena itu makanannya bebas)
  • Lokasi yang bertempat di warung kopi Pak Agus, lumayan untuk tempat nongkrong.
  • Adanya pembahasan Flappy bird, membuat para IT berpikir tidak perlu membuat software yang berat namun tetap menarik dan apik.
  • Adanya biaya usaha mencapai 250 juta dari Telkomsel.
  • Telkomsel masih milik negara karena saham setenganh milik negara, karena itu juga warnanya berubah menjadi warna merah-putih.
Ruang yang lumayan nyaman
  • Orang disampingku ternyata anggota Indigo Incubator (aduh... kok gak awak tanya namanya)
  • Pulang kerumah gak kena marah (itu bukan info)
  • Narasumbernya ada 4, tapi yang tertangkap hanya 2 (bah, kayak teroris aja)

Indigo Incubator (Menjadi Pengusaha IT)

Membangun usaha bersama Indigo Incubator
Acara unik yang membahas seputar teknologi di warung kopi Pak Agus bertepatan pada tanggal 14 Feburari 2014. Why unik? Ya iyalah unik karena yang dibahas di sana bukan hanya seputar teknologi terkini aja namun membahas tentang menjadi pengusaha dibidang IT.

Walaupun awak anak ekonomi apalah daya, hanya bisa dengar sebutannya aja seperti featur phone, dan kata-kata maupun kalimat aneh yang baru didengar. Hah... Rasanya kacau mendengar kata-kata yang gak ngerti itu tapi untung ada makanan yang siap melepas penat-penit dikepala dan seluruh raga ini jadi kembali normal.


Pelepas penat-penit

Acara pun dimulai sekidar jam 8 selepas kumandang azan Isya (ngaret, memang gitulah Indonesia seharusnya acara jam 6 LO...), mulailah berdatangan para ahlinya sekaligus para penonton langsung kedepan, duduk manis sambil minum kopi agar lebih konsentrasi. Sementara awak, kembali apalah daya, duduk belakang sambil minum teh berharap jangan ada kata-kata aneh yang masuk ditelinga ini.

Wal hasil untung ada MC yang sama-sama gak ngerti. Awalnya sih, rupanya eh rupanya lumayan ngerti juga MC ini sambil ngelawak yang entah dia pernah ikut jadi pelawak atau memang nalurinya (pikirku) dengan menambah 14 Februari sebagai tanggal kasih sayang yang semakin aneh.

Lewat ucapan MC yang lawakan terlalu lucu membuat narasumber maupun penonton terbahak-bahak gak karuan sampai narasumber yang dipanggil bingung mau bahas apa. untung ada MC nya ingat jadi berjalan mulus sambil menyuruh duduk kedepan agar yang terlambat dapat tempat, ya.. mau gak mau harus kedepan.

Mulainya acara

pembahasan di bidang Hardware
pembahasan masalah usaha IT
Pembahasan yang utama kali dibahas, indigo incubator merupakan usaha yang dilakukan TELKOMSEL yang bertujuan untuk mencari untung sekaligus mengembangkan bibit para pengusaha khususnya untuk para IT. Mereka pun mengatakan tidak mencari untung kedepannya dalam masalah data internetan karena semakin canggihnya teknologi sekaligus banyaknya vendor yang seperti mereka seperti Indosat maupun XL yang membuat data semakin murah sehingga mereka mencari cara lewat usaha pengembangan software maupun hardware. Untuk info lebih tentang Indigo incubator bisa lewat Indigoincubator.com

Adapun Indigo incubator ini harus membentuk tim untuk mengikutinya karena diperlukan tim work yang baik kedepannya agar bisa mandiri selepas dari Indigo incubator dan bisa memulai usaha sendiri juga.

Tim nya biasa terdiri 3 orang yaitu, pengembang aplikasi, desain dan seorang ekonom yang bertujuan untuk mempresentasikan hasilnya agar berjalan mulus. Di sinilah baru ngerti dimana ekonomi ada sambil cas balik kepala ini (sambil minum teh).

Dalam mengambil keuntungan, keuntungan ada yang berdasarkan iklan dan berdasarkan membeli aplikasi terutama dalam software, sedangkan hardware berdasarkan desain dan ke-orisinal karya itu namun kalau soal memproduksi harus memakai pabrikannya Cina karena di Indonesia belum ada.

Itulah yang ku dapat, ya... walapun sedikit yang ngerti sebutan-sebutan tadi sambil liat jam sudah tengah sebelas. Semoga para IT bisa sukses kedepan.


Sekedar Info
  • Acara ini sudah di selenggarakan dua kali di medan.
  • Tahun lalu, orang Sumatera yang berhasil mengikuti Indigo Incubator hanya satu berasal dari Riau, sedangkan dari Sumatera Utara gagal saat seleksi yang saat itu ada lima orang yang mengikutinya. Harapan kedepannya, ada orang Sumatera Utara (sumut) yang berhasil menjadi anggota Indigo Incubator.
  • Acara ini bertempat di warung kopi Pak Agus jalan uskup agung (kalau ini bukan info)
  • Batas terakhir pengiriman 31 Maret 2014 berupa proposal.
  • Adanya usaha IT bernama Brand Talk yang bergerak di bidang animasi (gak sengaja entah muka seorang pengusaha)
  • Makanannya lumayan enak, terserah mau pilih yang mana dan bebas mau minum teh atau kopi (awak lebih suka teh)
  • Jumlah yang datang hanya 80 orang, seharusnya 150 orang (mungkin karena itu makanannya bebas)
  • Lokasi yang bertempat di warung kopi Pak Agus, lumayan untuk tempat nongkrong.
  • Adanya pembahasan Flappy bird, membuat para IT berpikir tidak perlu membuat software yang berat namun tetap menarik dan apik.
  • Adanya biaya usaha mencapai 250 juta dari Telkomsel.
  • Telkomsel masih milik negara karena saham setenganh milik negara, karena itu juga warnanya berubah menjadi warna merah-putih.
Ruang yang lumayan nyaman
  • Orang disampingku ternyata anggota Indigo Incubator (aduh... kok gak awak tanya namanya)
  • Pulang kerumah gak kena marah (itu bukan info)
  • Narasumbernya ada 4, tapi yang tertangkap hanya 2 (bah, kayak teroris aja)

Tidak ada komentar